Kupang, KN – Sebanyak tiga orang diduga telah melakukan pengeroyokan terhadap staf dan Gembala Gereja C3 (Christian City Crush) Pemulihan yang beralamat di Jalan Piet A. Tallo, Kota Kupang.
Kejadian ini, bermula dari masalah dugaan pengerusakan pagar milik Gereja Pemulihan C3.
Pendeta Johandry Lanoe, pada Kamis 02 Juli 2026 menjelaskan jika kejadian bermula dari kerusakan pagar yang diklaimnya sebagai milik Gereja pada Tanggal 24 Juni 2026.
Menurutnya sekitar Pukul 8.30 WITA dirinya mendapat laporan dari security jika pagar gereja roboh. “Pagar kurang lebih sepanjang 10 sampai 15 meter itu rubuh ke arah halaman gereja, bersebelahan dengan ruko,” kata Pendeta Johandry.
Kemudian dia pergi untuk bertanya kepada tukang yang sementara bekerja.
“Sekitar jam 9 saat saya masuk kantor saya langsung pergi kebetulan ada tukang yang mau bersihkan. Tembok yang roboh itu masuknya ke halaman gereja. Tukang itu beritahu jika pas masuk mobil jadinya roboh dan berjanji mau perbaiki,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, menurut Pendeta Johandry pihaknya meminta tukang bertanggung jawab atas robohnya pagar gereja.
“Kami hanya minta segera dikerjakan supaya keamanan gereja terjamin. Soalnya kami takut barang hilang. Besoknya pagi kami lihat tidak ada progres. Esok sore mau pelayanan. Saat siang kami liat tidak ada perbaikan,”
“Oleh karena itu saya dengan staf gereja pergi untuk konfirmasi. Informasi dari tukang kalau mereka sementara memasang tiang coran. Kami tanya besi yang mana ternyata mereka tunjukan besi yang sedang mengerjakan ruko bukan untuk pagar,”tambahnya.
Setelahnya pihaknya meminta untuk bertemu secara langsung dengan penanggung jawab dalam pekerjaan ruko berbatasan dengan tanah gereja.
“Saya minta bertemu dengan kontraktor mereka arahkan ketemu dengan yang bernama Mas Nanang. Saya bertemu lalu saya minta pertanggungjawaban,” katanya.
Pendeta Johandry menjelaskan jika kejadian dugaan pengerusakan itu merupakan kali kedua.
“Alasan saya marah karena ini pengalaman kedua. Yang pertama itu diawal tahun 2026 saat itu mereka mengerjakan ruko dan meminta ijin untuk memasang skaf holding. Perjanjiannya stelah dikerjakan bersihkan yang kotor dan perbaiki yang rusak. Ternyata bukan hanya rusak tapi sink gereja jebol,”







Tinggalkan Balasan