Waingapu, KN – Ada momen yang membuat seseorang tak bisa lagi sekadar datang, melihat, lalu pulang. Momen itu yang dirasakan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang belum lama ini, meninjau rumah Pak Zeth, warga Sumba Timur.
Rumah Pak Zeth berdiri sederhana di pelosok Sumba Timur. Tapi begitu masuk, kata “layak huni” rasanya terlalu jauh. Atap bocor menetes tiap kali hujan. Dinding rapuh, nyaris tak bisa menahan angin. Ruang hidupnya sempit dan lembab. Kondisi yang tak pantas untuk keluarga yang bermimpi tenang di rumahnya sendiri.
“Di lokasi itu saya langsung menelepon Kepala Dinas PUPR NTT. Tidak boleh ditunda. Rumah ini harus segera ditangani,” tegas Gubernur Melki Laka Lena, Selasa (16/6/2026).
Pak Zeth hanya bisa diam menatap atapnya. Tapi telepon yang dilontarkan gubernur di depan rumahnya itu jadi titik balik. Harapan bahwa rumahnya akan segera dibedah, akhirnya hidup kembali.
22.000 Unit Bedah Rumah Masuk NTT Tahun 2026
Gubernur Melki menegaskan, penanganan Rumah Tidak Layak Huni jadi prioritas utama Pemprov NTT.







Tinggalkan Balasan