“Tahun 2026, NTT mendapat kuota 18.000–22.000 unit program bedah rumah dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Tak berhenti di kuota pusat. Pemprov NTT juga menargetkan pembangunan lebih dari 31.000 Rumah Layak Huni lewat skema gotong royong bersama pemerintah kabupaten dan kota se-NTT.
Gubernur Melki menyampaikan, program ini bukan sekadar proyek fisik dan angka. “Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Sebab membangun rumah bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi juga menjaga martabat dan masa depan keluarga NTT,” katanya.
2026 jadi tahun penentuan. 22.000 unit bedah rumah plus 31.000 rumah layak huni gotong royong. Untuk Pak Zeth dan ribuan warga NTT lain, itu bukan kemewahan. Itu hak dasar. Itu awal dari masa depan yang lebih baik.
Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak menyatakan, pihaknya saat ini sedang menangani proses administrasi Pak Zeth.
“Masih proses administrasinya. Karena rumah Pak Zeth masuk kawasan kumuh, dan menjadi kewenangan Kabupaten Sumba Timur,” ujarnya, Rabu, (17/6/2026).







Tinggalkan Balasan