Pemkot Kupang Gandeng Kemenkes Hadirkan Layanan Jantung Modern dan Rumah Medis Spesialis

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc (kanan) bersama Wakil Menteri Kesehatan I RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR (kiri) di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Senin (4/5). (Foto: Dok. Prokopim Kota Kupang)

JAKARTA, KN – Pemerintah Kota Kupang tengah menyiapkan lompatan besar dalam transformasi kesehatan daerah. Melalui pertemuan strategis di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Senin (4/5), Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, membawa sejumlah usulan prioritas untuk memodernisasi fasilitas medis di Kota Kasih, termasuk pengadaan layanan jantung Cath Lab yang lebih komprehensif.

Pertemuan yang diterima langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan I RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Kupang ingin memutus ketergantungan rujukan pasien ke luar daerah dengan memperkuat RSUD S.K. Lerik.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah peningkatan utilisasi layanan Cath Lab jantung. Pemkot mengusulkan penambahan ruang ICCU (Intensive Cardiologic Care Unit) agar penanganan kasus darurat kardiovaskular dapat dilakukan secara tuntas di dalam kota.

Tak hanya jantung, perhatian juga diarahkan pada kapasitas tenaga medis di ruangan cytotoxic (penanganan obat kemoterapi/kanker). Hal ini menunjukkan visi Pemkot untuk menghadirkan standar keamanan tinggi dan kompetensi khusus bagi perawat serta pasien dalam penanganan penyakit tidak menular yang terus meningkat.

“Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan semakin dekat, cepat, modern, dan mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat saat ini,” tegas Serena C. Francis yang dalam pertemuan tersebut didampingi Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD S.K. Lerik.

Satu terobosan konkret yang diusulkan adalah pembangunan rumah medis spesialis dan mess paramedis. Strategi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan tenaga kesehatan profesional agar betah bertugas di Kupang.

BACA JUGA:  Gadis di TTS yang Bunuh Sepupuhnya Karena Hendak Diperkosa Tidak Ditahan

Dari sisi infrastruktur fisik, Pemkot juga mendorong rehabilitasi ruang radiologi serta perbaikan fasilitas esensial seperti lift di RSUD S.K. Lerik demi memastikan kenyamanan dan keselamatan pasien selama masa perawatan.

Selain layanan spesialis di rumah sakit, Serena juga menyoroti kebutuhan dasar di tingkat akar rumput. Mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk, Pemkot mengusulkan penambahan Puskesmas baru di wilayah Kecamatan Kelapa Lima guna memperpendek jarak akses warga terhadap layanan kesehatan primer.

Respon Positif Kementerian Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan I, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menyambut hangat inisiatif ini. Kemenkes menyatakan kesiapannya memberikan dukungan teknis maupun infrastruktur untuk memperkuat sistem kesehatan di Kota Kupang, baik pada level puskesmas maupun RSUD S.K. Lerik.

“Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal gedung dan alat, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, kepastian, dan harapan bagi masyarakat,” pungkas Serena.

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Dengan mengusulkan Cath Lab dan rumah medis spesialis, Pemkot Kupang sedang berupaya menaikkan kelas RSUD S.K. Lerik menjadi rumah sakit rujukan regional yang mandiri. Bagi warga Kupang, ini adalah kabar baik yang menjanjikan penghematan biaya transportasi dan waktu dalam mencari layanan medis berkualitas tinggi. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS
Penulis: Agung