Ruteng, KN – Tuntasnya pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, menjadi penanda kuat hubungan antara masyarakat adat dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperoleh pengakuan kultural berupa penganugerahan status “ase kae” (saudara) dari masyarakat adat setempat.
Tua Adat Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyebut penganugerahan tersebut sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat adat terhadap kepedulian PLN dalam menjaga warisan budaya lokal.
“Sekarang kami semua warga gendang menganggap PLN UIP Nusra sebagai ase kae ca bantang, satu bagian dari keluarga besar Gendang Gonggor,” ujar Stefanus
Ia menjelaskan, kedekatan ini juga tumbuh seiring keterlibatan PLN di wilayah tersebut, termasuk keberadaan lahan untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Poco Leok.
“Rumah adat Gendang Gonggor hampir 42 tahun tidak pernah diperhatikan. Pembangunan ini bisa terwujud berkat bantuan PLN. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Stefanus.
Menurutnya, Rumah Adat Gonggor memiliki peran sentral sebagai ruang musyawarah adat, tempat pelaksanaan ritus tradisional, sekaligus simbol identitas budaya bagi generasi mendatang. Dengan rampungnya pembangunan ini, rumah adat kini kembali dapat difungsikan secara layak dan aman sebagai pusat aktivitas sosial budaya masyarakat.
Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Nabit. Ia menilai program TJSL PLN sebagai bentuk investasi budaya yang strategis bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat.
“Pengembangan budaya Manggarai menjadi perhatian melalui bantuan pembangunan rumah adat yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujar Nabit.
Ia menambahkan, revitalisasi rumah adat merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali perannya sebagai jantung kehidupan sosial masyarakat Manggarai. Kolaborasi antara PLN dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan daerah.






Tinggalkan Balasan