Ruteng, KN – Tuntasnya pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, menjadi penanda kuat hubungan antara masyarakat adat dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperoleh pengakuan kultural berupa penganugerahan status “ase kae” (saudara) dari masyarakat adat setempat.

Tua Adat Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyebut penganugerahan tersebut sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat adat terhadap kepedulian PLN dalam menjaga warisan budaya lokal.

“Sekarang kami semua warga gendang menganggap PLN UIP Nusra sebagai ase kae ca bantang, satu bagian dari keluarga besar Gendang Gonggor,” ujar Stefanus

Ia menjelaskan, kedekatan ini juga tumbuh seiring keterlibatan PLN di wilayah tersebut, termasuk keberadaan lahan untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Poco Leok.