Kupang, KN – Semangat sportivitas dan harmoni menggema di Ballroom Hotel Aston Kupang saat Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang secara resmi menutup Lomba Paduan Suara Antar Pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang, Jumat (17/4/2026) malam.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kupang ini, menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dalam mendorong generasi muda terlibat dalam aktivitas kreatif dan positif.
Sebanyak 3.875 siswa yang tergabung dalam 155 tim ambil bagian dalam kompetisi ini. Setelah melalui proses seleksi ketat, 35 tim terbaik, terdiri dari 20 tim SD dan 15 tim SMP, berhasil melaju ke babak grand final. Dari penampilan finalis, dewan juri menetapkan delapan tim terbaik serta satu dirigen terbaik di masing-masing kategori.
Pada kategori SMP/MTs, SMP Katolik St. Giovani Kupang kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih Juara 1 sekaligus Juara Umum. Prestasi ini menandai keberhasilan mereka mempertahankan gelar selama tiga tahun berturut-turut. Posisi Juara 2 diraih SMP Katolik Santo Yoseph Naikoten, disusul SMP Negeri 9 Kupang sebagai Juara 3.
Sementara itu, di kategori SD/MI, SDK St. Yoseph Naikoten keluar sebagai Juara 1 dan Juara Umum, diikuti SD GMIT Naioni di posisi kedua dan SD Kristen Tunas Gloria di posisi ketiga.
Para pemenang tidak hanya memperoleh hadiah uang pembinaan, tetapi juga trofi dan piagam penghargaan. Mereka juga akan dipersiapkan untuk tampil pada puncak perayaan HUT Kota Kupang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Serlin Marlis Tiro, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan lomba ini merupakan hasil kerja keras bersama. Ia menilai penampilan para peserta mencerminkan proses latihan yang panjang dan disiplin.
“Penampilan mereka hari ini bukan sekadar bernyanyi, tetapi buah dari latihan yang konsisten dan penuh dedikasi,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, yang hadir mewakili Penjabat Wali Kota Kupang, menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang bagi pengembangan kreativitas generasi muda.







Tinggalkan Balasan