Jakarta, KN – Pemerintah memastikan percepatan penanganan pascabencana, khususnya erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) di 11 kabupaten/kota lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, hasil Rapat Tingkat Menteri (RTM) memutuskan untuk segera merampungkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak erupsi Lewotobi.
“Yang pertama adalah penanganan bencana erupsi gunung Lewatobi Laki-laki. Kami butuh untuk segera menuntaskannya,” ujar Pratikno usai RTM di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Pratikno menambahkan, bahwa rapat tersebut juga membahas kelanjutan penanganan pascabencana di 11 daerah lain, diantaranya Alor, Donggala, Ende, Karo, Lebak, Lembata, Majene, Mamuju, Palu, Rote Ndao, dan Sigi.
Pasalnya, kata dia, bencana-bencana tersebut sudah cukup lama terjadi, dan tanggung jawab pemerintah pusat sudah melampaui batas waktunya, tetapi penanganannya belum tuntas.
“Tadi kita sepakati untuk diperpanjang, sehingga nanti BNPB akan melakukan verifikasi dan mengusulkan ke Kementerian Keuangan, agar bisa segera memberikan hibah lagi kepada daerah. Walaupun bencananya sudah lama, tetapi penyelesaian perumahan, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga mata pencaharian harus kita pikirkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan hingga kini status Gunung Lewotobi masih tanggap darurat.
Ia menyebut, bahwa sebagian besar warga sudah menempati hunian sementara, kecuali sekitar 250 kepala keluarga (KK) di Pos Konga yang masih tinggal di tenda.
“Hunian sementara tahap terakhir akan selesai akhir Agustus ini. Sehingga seluruh masyarakat terdampak sudah bisa pindah ke hunian sementara. Hunian sementara dibangun di lokasi aman, jauh dari kawasan gunung. Tetapi tentu saja masyarakat tidak akan selamanya di situ, karena mereka akan dipindah ke hunian tetap yang kini sedang dipersiapkan,” papar Suharyanto.







Tinggalkan Balasan