Kupang, KN – Pemberitaan yang menyeret Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dalam kasus dugaan korupsi BTS, sangat tidak elok dan tendensius.
Pemberitaan sepihak dan cenderung menyudutkan universitas swasta terbaik di NTT ini, menimbulkan sejumlah opini negatif yang berkembang di masyarakat.
Padahal, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Unwira) sama sekali tidak pernah terlibat, dalam kasus korupsi BTS yang menyeret mantan Menkominfo Johnny G. Plate.
Uang sejumlah Rp500 Juta yang diserahkan kepada Unwira Kupang, adalah sumbangan atau bantuan pribadi dari Johnny Plate, yang saat itu menghadiri acara peresmian aula di Kampus Unwira.
Pihak Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus Jannsen (Yapenkar) dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang pun menyatakan, siap mengembalikan sumbangan sebesar Rp500 Juta tersebut.
Dosen Fisip Unwira Mikhael Rajamuda Bataona menegaskan, Unika Kupang tidak pernah terlibat dugaan korupsi BTS senilai Rp8 Triliun, dengan tersangka Johnny G. Plate, politisi partai NasDem.
“Sebagai bagian dari Unwira, saya perlu menjelaskan beberapa hal terkait masalah ini. Pertama adalah Unwira tidak pernah terlibat dalam urusan dugaan korupsi ini. Karena konteks ruang dan waktu ketika sumbangan pribadi Menteri Jhonny G. Plate itu diberikan jauh sebelum kasus ini dibongkar oleh pihak Kejaksaan Agung,” tegas Rajamuda Bataona seperti dilansir dari Mediantt.com, Jumat 30 Juni 2023.
Menurut dia, apabila saat ini bantuan pribadi itu ternyata datang dari hasil korupsi kasus BTS, maka sudah sangat jelas komitmen dari Pimpinan Yapenkar dan Unwira, bahwa dana tersebut siap dikembalikan.
Seperti yang dijelaskan Ketua Yapenkar, Pater Yulius Yasinto, SVD, bahwa sebagai lembaga pendidikan Katolik yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan transparansi, Unwira dan Yapenkar siap memberikan keterangan jika diperlukan. Dan, siap juga untuk mengembalikan dana sumbangan itu secara utuh, jika sumbernya terbukti dari korupsi.
Menurut pengajar ilmu politik ini, Yapenkar dan Unwira sangat prihatin membaca berbagai berita yang menyebutkan Yapenkar Kupang juga ikut terseret dalam kasus korupsi proyek BTS 4G Bakti Kominfo.







Tinggalkan Balasan