Kupang, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melaksanakan kunjungan ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Senin, 29 Mei 2023.

Di samping meningkatkan sinergi dengan stakeholder, pertemuan ini dimaksudkan untuk memperoleh dukungan pendampingan hukum untuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan demikian, setiap pekerjaan PT PLN (Persero) dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam rapat audiensi ini, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan, menyampaikan permohonan dukungan dari Kejati NTT demi kelancaran pelaksanaan proyek PSN yang akan dijalankan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, mengatakan pihaknya siap mengawal proyek nasional yang diamanahkan kepada PT PLN (Persero) dalam menyediakan pasokan listrik yang andal dan bermanfaat bagi masyarakat NTT.

Hutama Wisnu berpesan agar segala informasi sehubungan dengan pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat dilaksanakan dengan berpegang pada asas keterbukaan. Dengan begitu masyarakat dapat memahami pentingnya mewujudkan PSN guna menyokong kesejahteraan dan menggerakan roda perekonomian masyarakat NTT.

Terkait hal tersebut, PT PLN (Persero) telah merencanakan penyediaan information center untuk masyarakat yang ingin bertanya mengenai proses pengadaan lahan sampai dengan pembangunan pembangkit.

Selain itu, pihak PT PLN (Persero) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai, telah membuka layanan pengaduan melalui nomor HP 0821-1304-2880. Warga juga bisa langsung mendatangi media center di Polres Manggarai.

Saat ini, sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan tengah digarap di NTT. Ada sejumah proyek prioritas yang diemban oleh PT PLN (Persero) UIP Nusra, salah satunya terkait evakuasi daya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor.

PLTU Timor 1 (2×50 MW) yang terletak di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang saat ini pembangunannya telah mencapai 87,72%. PLTU ini akan menambah daya mampu Sistem Timor sebesar 100 MW dengan Target Operasi Unit #1 pada September 2023 dan Unit 2 pada Desember 2023.