Evakuasi daya 100 MW akan disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang Peaker-Naibonat sepanjang 50,67 km. SUTT saat ini dalam tahap konstruksi dan ditargetkan selesai di bulan Agustus 2024 mendatang.
Selain itu, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah Ulumbu dan Mataloko menjadi proyek urgen dalam menyokong ketersediaan listrik masyarakat. Pasalnya, pengembangan PLTP Ulumbu dan Mataloko merupakan salah satu upaya PT PLN (Persero) dalam mendukung Net-Zero Emission (NZE) tahun 2060.
Pembangunan PLTP Ulumbu unit 5 dan 6 (2×20 MW) saat ini dalam tahap pelaksanaan pengadaan tanah untuk empat lokasi area pengeboran (wellpad). Pelaksanaan pengadaan tanah ditargetkan rampung pada Oktober 2023.
Dukungan masyarakat pun terus mengalir untuk pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 ini. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai, PT PLN (Persero) terus membangun komunikasi dengan warga, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di sekitar lokasi pembangunan agar dukungan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kesuksesan pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6.
PT PLN (Persero) melalui UIP Nusra juga tengah dalam upaya pembangunan SUTT 70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo sepanjang 13,07 km, GI 70 KV PLTMG Flores dan GI 70 kV Labuan Bajo yang akan memperkuat kelistrikan di Kota Labuan Bajo yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia.
Sebelumnya, Kajati NTT telah menerbitkan surat perintah pada tanggal 20 Maret 2023 Nomor: PRINT-116/N.3/Gph.2/03/2023, untuk pelaksanaan pendampingan hukum (legal asistance) terkait dengan persiapan dan pengadaan lahan PLTP Ulumbu 5-6 (2×20 MW).
Dalam beberapa kegiatan pada tahapan pengadaan tanah PLN telah mendapat pendampingan dan dukungan penuh dari jajaran Kejaksaan Tinggi NTT dan Kejaksaan Negeri Manggarai. (*/KN)









Tinggalkan Balasan