Dili, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menerima penghargaan dari pemerintah RDTL dalam bentuk Medal Of Merit, Ordem de Timor Leste, karena telah berkontribusi untuk komunikasi hubungan internasional dan bilateral.

Ordem de Timor-Leste adalah tanda kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Timor Leste. Dibentuk pada tahun 2009, tanda kehormatan ini diberikan setelah penghargaan serupa pada awalnya diberikan oleh Timor Timur.

Penghargaan ini bersifat lebih umum dan lebih luas daripada tanda kehormatan yang diberikan saat kemerdekaan Timor Leste. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh dan warga negara asing yang kontribusinya diakui dan sigifikan bagi negara dan bangsa.

Tanda kehormatan itu diberikan saat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ikut menghadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) ke-47 yang bertempat di Munisipiu / Kabupaten Manatuto – RDTL Senin (28/11/2022).

Kehadiran Gubernur VBL ini juga berdasarkan undangan resmi Presiden RDTL Jose Ramos-Horta pada tanggal 5 September 2022 lalu perihal Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste.

President RDTL Jose Ramos Horta dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT bersama para delegasi.

“Selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para delegasi yang berjumlah 50 orang di RDTL ini. Beliau (Viktor Bungtilu Laiskodat), disini rumah kamu sebagai saudaraku dan juga sebagai orang Timor. Bahkan sebagai Orang Timor, kami pun patut berbangga karena beliau mampu meyakinkan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan kerja besar di wilayah perbatasan Wini (RI) – Oekusi (RDTL) untuk membangun Free Trade Zone yang nantinya dapat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Timor dan wilayah Timor-Leste,” ungkap Presiden Ramos Horta.

“Selanjutnya, dalam semangat mendukung dan membangun Free Trade Zone, ada empat bahasa yang terus kita edukasi di negara ini (Timor-Leste) yaitu Bahasa Tetun, Portugis, Inggris dan Indonesia,” tegas Presiden Horta.