Kupang, KN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kolaborasi Forum Satu Data antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, untuk meningkatkan kualitas tata kelola data sebagai dasar perencanaan pembangunan, penganggaran, evaluasi, dan pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Upaya tersebut menjadi fokus Workshop Koordinasi dan Penguatan Kolaborasi Forum Satu Data Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo, Unit Leader of Decentralisation and Governance, DFAT Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Astrid Kartika, Kadis Kominfo Provinsi NTT, Ady Mandala, Kepala Bapperida Provinsi NTT, Theresia Maria Florensia, Kepala BPS NTT, Matamira Bengu Kale, Lead SKALA NTT, Eripto Marviandi, serta perwakilan dari Kabupaten/Kota se-NTT.
Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kebijakan pembangunan harus disusun berdasarkan data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar perkiraan atau asumsi.
“Pengambilan kebijakan, pengambilan keputusan, penyusunan regulasi dan lain sebagainya tanpa data itu omong kosong,” tegas Fransiskus dalam sambutan membuka kegiatan workshop, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, penguatan Satu Data merupakan bagian penting dari transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital. Data yang berkualitas memungkinkan pemerintah memantau perkembangan pembangunan, mengukur capaian program, serta menentukan intervensi yang lebih tepat sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan penerapan sistem digital dalam proses perencanaan dan pengelolaan pembangunan, yang memungkinkan pemerintah memantau perkembangan pekerjaan secara berkala, bahkan secara waktu nyata atau real time.
Namun, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan data. Berbagai perangkat daerah telah mengembangkan aplikasi untuk mendukung pelaksanaan tugas masing-masing, tetapi keterhubungan antarsistem dan interoperabilitas data masih perlu diperkuat.







Tinggalkan Balasan