Ia mengatakan, setelah Gustaf terjatuh, Charles berusaha mendekati dan menghentikan pelaku. Namun, keduanya disebut sempat bergulat sebelum Charles berusaha menyelamatkan diri.

Abner menambahkan, Gustaf kembali dipukul menggunakan kayu. Pukulan kedua disebut mengenai tangan kiri korban ketika berusaha menangkis serangan hingga menyebabkan tangannya patah.

Peristiwa pemukulan tersebut terjadi pada Rabu, 3 Juni 2026, di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS.

Gustaf kemudian menjalani perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal dunia di RSUP Ben Mboi Kupang pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 23.22 WITA.

Dalam perkara tersebut, Leonard Asbanu, yang juga disebut Leonardus, menjadi terdakwa atas dugaan penyerangan menggunakan balok kayu patok sepanjang sekitar 50 sentimeter.

Keluarga Minta Rangkaian Peristiwa Diusut

Selain mempersoalkan laporan ancaman sebelum kejadian, Abner juga menyoroti penanganan setelah Gustaf dipukul.

Ia mengaku langsung menghubungi anggota Intel Polres TTS setelah menerima kabar mengenai penyerangan terhadap adiknya. Abner mengatakan dirinya berkoordinasi dengan pihak kepolisian ketika menuju wilayah Amanuban Selatan.

Setibanya di sana, menurut Abner, aparat intelijen telah berada di Polsek Amanuban Selatan. Namun, ia mengaku pelaku belum dijemput oleh pihak kepolisian saat itu.

Abner juga menyebut ada warga yang menyampaikan bahwa pelaku sempat dibawa menggunakan sepeda motor menuju Polsek. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana proses tersebut berlangsung.

Keluarga turut menyinggung keberadaan video yang direkam di lokasi kejadian. Menurut Abner, identitas orang yang merekam belum diketahui keluarga, meskipun suara dalam rekaman terdengar.

Ia berharap aparat penegak hukum menelusuri laporan ancaman yang disampaikan sebelum kejadian, kronologi penyerangan, proses penanganan setelah peristiwa, serta rekaman video yang dinilai dapat membantu mengungkap kejadian secara utuh.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai laporan ancaman dan respons aparat kepolisian masih bersumber dari penuturan Abner Nabuasa. Tanggapan resmi kepolisian mengenai laporan tersebut belum tercantum dalam informasi yang tersedia.