Ruteng, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 2 melaksanakan simulasi tanggap darurat gempa bumi di Site Project Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 berkapasitas 20 MW. Kegiatan ini dilakukan untuk menguji kesiapan personel sekaligus memastikan prosedur keselamatan dan evakuasi dapat diterapkan secara tepat ketika terjadi kondisi darurat.

Simulasi menitikberatkan pada respons personel ketika terjadi gempa, mulai dari tindakan perlindungan diri, penghentian aktivitas kerja secara aman, hingga proses evakuasi. Materi juga mencakup prosedur keselamatan bagi operator alat berat, termasuk penghentian operasi dan mengamankan posisi alat serta memperhatikan potensi longsor maupun jatuhan material.

Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan UPP Nusra 2, Didik Agus Sudarwanto, menjelaskan simulasi dilakukan untuk memastikan setiap personel memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Setiap personel harus mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus melakukan evakuasi, serta bagaimana bertindak tanpa menimbulkan risiko tambahan. Simulasi ini menjadi sarana untuk melatih respons tersebut sekaligus mengevaluasi kesiapan kita di lapangan,” kata Didik.

Selain evakuasi, simulasi turut memberikan pemahaman mengenai pertolongan awal dan tindakan setelah gempa berhenti, termasuk mewaspadai gempa susulan serta memeriksa potensi bahaya lanjutan seperti gangguan kelistrikan maupun titik api.

Manager UPP Nusra 2, Avianda Edwin Fachruddin, mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Pekerjaan di lapangan memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi sejak awal. Melalui simulasi ini, kami menguji kesiapan personel dan prosedur agar ketika kondisi darurat terjadi, setiap orang memahami perannya dan dapat merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Avianda.

General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan keselamatan menjadi prioritas dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Prosedur keselamatan tidak cukup hanya tersedia, tetapi harus dipahami dan mampu dijalankan oleh setiap personel. Simulasi seperti ini penting untuk terus membangun kesiapsiagaan dan budaya K3 yang kuat di lingkungan proyek,” ujar RDW.

Melalui simulasi tanggap darurat tersebut, PLN UIP Nusra terus memperkuat penerapan budaya K3 serta kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat guna mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang aman dan terkendali.

Narahubung:
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara
Bruly Victor Tarigan
(0370) 621732