Ruteng, KN – Usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di laydown Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, Senin (17/8), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusa Tenggara) melalui PLN Peduli bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Nusa Tenggara langsung bergerak menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Bantuan diserahkan melalui Posko Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan yang diserahkan berupa 80 karung beras, 45 dus mi instan, dan 41 papan telur.
Kepala Teknis Panas Bumi (KTPB) Ulumbu, Roya Ginting, yang menyerahkan bantuan mengatakan jajaran PLN langsung bergerak menuju Kabupaten Manggarai seusai mengikuti rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan untuk menyerahkan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
“Setelah mengikuti Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia, kami langsung bergerak membawa bantuan untuk saudara-saudara kita di Kabupaten Manggarai yang terdampak gempa Flores. Bantuan ini kami serahkan melalui posko penanggulangan bencana agar dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Roya.
Penyerahan melalui BPBD Kabupaten Manggarai tersebut melanjutkan respons PLN UIP Nusa Tenggara yang telah dimulai sehari sebelumnya. Pada Minggu (16/8), PLN Peduli telah menyalurkan bantuan langsung ke Desa Bangka Ara, Kecamatan Cibal Barat, salah satu wilayah terdampak gempa.
Pada penyaluran tersebut, bantuan berupa beras, mi instan, telur, biskuit, Pop Mie, serta makanan ringan untuk anak-anak diserahkan langsung ke posko pengungsian. Bantuan diterima Kepala Desa Bangka Ara, Sebastianus Gaga, untuk selanjutnya dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sebastianus menyampaikan apresiasi atas respons cepat PLN. Menurutnya, bantuan PLN Peduli menjadi bantuan tanggap darurat pertama yang diterima masyarakat Desa Bangka Ara setelah gempa terjadi.









Tinggalkan Balasan