Mataram, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menghadiri rangkaian upacara adat Penti Weki Peso Beo bersama masyarakat Gendang Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (1/9). Kehadiran PLN sebagai ase kae atau saudara menjadi bagian dari hubungan kekeluargaan yang telah terjalin dengan masyarakat di salah satu wilayah Ring 1 pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 (2×20 MW).
PLN UIP Nusra diwakili oleh Fernando Andreas Hasibuan, Technician Pengendalian Konstruksi UPP Nusra 2, yang mengikuti rangkaian Penti bersama masyarakat adat Gendang Wewo sejak prosesi adat di rumah gendang hingga misa syukur di Natas Wewo.
Ketua Adat Gendang Wewo, Hendrikus Ampak, menjelaskan bahwa Penti Weki Peso Beo merupakan tradisi yang terus dijaga masyarakat Gendang Wewo sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus mempererat kebersamaan seluruh keluarga dan ase kae yang menjadi bagian dari Gendang Wewo.
“Penti ini menjadi saat bagi kami untuk berkumpul dan bersyukur bersama. Semua keluarga dan ase kae mengambil bagian dalam rangkaian adat. PLN juga sudah kami terima sebagai ase kae di Gendang Wewo, sehingga ketika Penti dilaksanakan, PLN kami undang untuk hadir dan mengikuti prosesi bersama kami,” ujar Hendrikus.
Menurut Hendrikus, keterlibatan ase kae dalam rangkaian Penti memiliki makna kekeluargaan. Kehadiran PLN dalam sejumlah prosesi adat, termasuk wali urat dia dan kepok, menjadi bagian dari kebersamaan tersebut.
“Kalau sudah menjadi ase kae, berarti sudah menjadi bagian dari keluarga. Harapan kami hubungan yang sudah terjalin baik ini terus dijaga, saling menghargai dan saling mendukung antara masyarakat Gendang Wewo dengan PLN,” tambahnya.
Rangkaian Penti Weki Peso Beo dimulai dari rumah gendang dengan pembagian tugas oleh ketua adat kepada tiga penga untuk menjalankan ritual adat. Masing-masing kemudian melaksanakan barong wae, barong boa, dan barong lingko sebelum kembali ke rumah gendang untuk melanjutkan rangkaian ritual bersama masyarakat.









Tinggalkan Balasan