Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia NTT yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kekuatan iman, kedalaman spiritual, kemuliaan akhlak serta kepedulian terhadap sesama.

“Sebab, pembangunan manusia tidak cukup hanya membangun kecerdasan pikir, tetapi juga harus membangun kejernihan hati dan keluhuran budi,” tegasnya.

Melki berpesan agar para peserta membawa nama NTT dengan kehormatan dan membawa doa serta harapan seluruh masyarakat NTT.

“Dan yang terpenting, bawalah Al-Qur’an tidak hanya dalam hafalan dan lantunan suara, tetapi juga dalam hati, akhlak, dan setiap tindakan,” katanya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTT, H. Mohammad Ansor, dalam laporannya menyampaikan Kafilah NTT yang akan mengikuti MTQ Nasional di Semarang berjumlah 81 orang.

“Terdiri dari 36 peserta, enam pelatih, 9 pendamping provinsi, dua official, serta 25 pendamping dari kabupaten/kota,” kata Ansor.

Ia menjelaskan, para peserta akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, di antaranya Tartil Qur’an anak-anak putra dan putri, Tilawah Al-Qur’an anak-anak, remaja dan dewasa putra-putri, serta cabang hafalan Al-Qur’an 1 juz, 5 juz dan 10 juz.

Selain itu, Kafilah NTT juga mengikuti cabang Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an dan Kaligrafi Al-Qur’an untuk putra dan putri.

Ansor menjelaskan, proses seleksi peserta telah dilakukan sejak Juli hingga Agustus 2026, melalui mekanisme virtual dan kemudian dilanjutkan dengan tahapan secara luring.

Kafilah NTT dijadwalkan berangkat menuju Surabaya dan menjalani masa persiapan di Asrama Haji Sukolilo. Selanjutnya, pada 10 September 2026, rombongan akan menuju Semarang untuk mengikuti rangkaian MTQ Nasional.

Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang.

“Kafilah NTT dijadwalkan kembali ke Kupang pada 22 September 2026, atau dua hari setelah rangkaian MTQ Nasional berakhir,” ungkapnya.