“Distribusikan bantuan berbasis data yang akurat dan terus diperbarui agar tepat sasaran. Di saat yang sama, kehidupan masyarakat dan sektor produktif harus mulai kita dorong kembali secara bertahap sesuai kondisi keamanan masing-masing wilayah,” tambahnya.
Sementara itu, pemantauan kondisi geologi menunjukkan adanya dinamika aktivitas seismik yang berangsur mereda.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 31 Agustus pukul 18.00 WITA mencatat telah terjadi 10.442 kali gempa susulan, dengan 161 di antaranya dirasakan oleh warga.
Meskipun frekuensi gempa susulan mulai memperlihatkan tren penurunan, pengawasan ketat dan pemantauan intensif tetap dilanjutkan secara penuh.
Menutup agenda koordinasi interinstansi tersebut, semangat kolaborasi antar-lembaga ditekankan sebagai kunci utama percepatan masa pemulihan wilayah terdampak.
“Penanganan gempa Flores membutuhkan kerja bersama. Saya mengajak pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat terus bergotong royong agar bantuan dan pemulihan benar-benar hadir bagi semua warga terdampak,” pungkasnya mengakhiri rapat. (agn)









Tinggalkan Balasan