Bajawa, KN – Pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kini turut dimanfaatkan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama di sektor pertanian.

Jalan berstandar nasional dengan konstruksi hotmix sepanjang 8 km menuju Desa Ulubelu yang dibangun sebagai akses menuju area pengembangan PLTP Mataloko itu kini menjadi jalur penghubung yang mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk mengangkut hasil pertanian menuju pasar maupun pusat distribusi.

Salah seorang warga, Pius Djone, mengatakan pembangunan jalan oleh PLN telah membawa perubahan besar bagi masyarakat, khususnya para petani. Sebelum jalan tersebut dibangun, akses menuju lahan pertanian hanya berupa jalan selebar sekitar tiga meter sehingga masyarakat harus berjalan cukup jauh untuk mengangkut hasil panen.

“Dulu sebelum ada PLN, jalan kami hanya sekitar tiga meter. Kalau mau mengangkut hasil pertanian harus berjalan jauh, setengah mati rasanya. Sekarang jalannya sudah bagus sehingga kendaraan bisa masuk dengan mudah. Bahkan semakin banyak orang datang langsung membeli hasil pertanian di sini karena aksesnya sudah baik. Kami mendukung pembangunan PLN karena membawa manfaat yang benar-benar kami rasakan,” ujar Pius.

Hal senada disampaikan tokoh muda Kampung Wogo, Hans Bhagi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan PLN telah memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saat ini PLN juga sedang mengerjakan jalan sepanjang sekitar 1,8 kilometer dari kampung kami menuju Turo Togo atau Kampus Bambu. Manfaatnya sudah sangat kami rasakan karena akses menjadi semakin mudah. Kami berharap pembangunan ini terus berjalan sehingga semakin mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah kami,” ujar Hans.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, menjelaskan site development berupa akses jalan ini dibangun untuk kelancaran mobilisasi peralatan geothermal pada tahap konstruksi PLTP Mataloko.