Setelah berhasil melaksanakan first synchronization, PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 masih akan melalui sejumlah tahapan pengujian lanjutan sebelum memasuki masa operasi komersial. Tahapan berikutnya adalah uji pembebanan, uji keandalan, uji unjuk kerja, dan uji dampak lingkungan untuk memastikan seluruh peralatan pembangkit beroperasi secara optimal, aman, dan andal.
Serangkaian pengujian tersebut merupakan bagian penting dalam proses commissioning pembangkit sebelum memasuki Commercial Operation Date (COD). Diharapkan dukungan dari seluruh masyarakat dan stake holder terkait agar setiap tahapan dapat dilaksanakan dengan lancar dan secara bertahap sesuai standar teknis dan keselamatan guna memastikan pembangkit mampu memberikan pasokan listrik yang andal bagi Sistem Lombok.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan keberhasilan first synchronization merupakan tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Nusa Tenggara Barat.
“First synchronization merupakan gerbang awal sebelum pembangkit dapat beroperasi secara penuh dan menyalurkan daya ke sistem kelistrikan. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam upaya PLN memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi capaian penting yang menunjukkan progres positif penyelesaian proyek. PLN optimistis tahapan berikutnya, mulai dari Coal Mill Hot Commissioning, uji sistem dan uji unit, hingga Commercial Operation Date (COD) pada akhir tahun 2026 dapat berjalan sesuai rencana sehingga pembangkit ini segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
“Dengan kapasitas 50 MW, pembangkit ini memiliki daya yang setara untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 38 ribu rumah tangga berdaya 1.300 VA. Kehadirannya akan semakin memperkuat keandalan Sistem Lombok dalam memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kami juga mengapresiasi seluruh insan PLN, mitra kerja, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan yang terus mengawal pembangunan proyek hingga dapat diselesaikan dengan aman, tepat mutu, dan tepat waktu,” tutup Manurung.



Tinggalkan Balasan