Bajawa, KN – Kabupaten Ngada memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan, baik perikanan budidaya air tawar maupun pesisir. Namun, tingginya biaya pakan komersial akibat keterbatasan distribusi masih menjadi tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya ikan.

Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya (UB), bersama Pemerintah Kabupaten Ngada kembali melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pakan Ikan Berbasis Bahan Baku Lokal pada Selasa (30/6/2026) di Aula Rumah Jabatan Bupati Ngada.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berkelanjutan yang telah dilakukan ditahun sebelumnya. Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya, Pemerintah Kabupaten Ngada, Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan budidaya ikan yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan.

Pelatihan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, SMK Perikanan, dan para pelaku budidaya ikan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB, Dr. Rusmawan Suwarman, S.Si., M.T., Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny. Blandina Mamo Bena, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Ngada Dominikus Bobi Isu, S.E., jajaran Pemerintah Kabupaten Ngada, serta dosen dan mahasiswa ITB-UB yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Rusmawan Suwarman S.Si., M.T. menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata komitmen ITB dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melanjutkan pendampingan di Kabupaten Ngada dari tahun sebelumnya, kami berharap inovasi pembuatan pakan ikan berbasis bahan lokal ini mampu diadopsi secara mandiri, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi para pembudidaya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Ny. Blandina Mamo Bena, mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara ITB-UB dan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian keluarga, khususnya bagi masyarakat pembudidaya ikan. Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ngada,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, Dominikus Bobi Isu, S.E., menegaskan bahwa tingginya harga pakan komersial masih menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan budidaya ikan di wilayah Ngada.

“Pemanfaatan bahan baku lokal yang tersedia di Kabupaten Ngada merupakan solusi yang tepat untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas nutrisi pakan. Kami berharap inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan ini dapat diterapkan secara luas oleh para pembudidaya sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kebutuhan nutrisi ikan, pentingnya kandungan protein dalam pakan, serta penyusunan formulasi pakan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan pakan ikan menggunakan bahan baku lokal seperti dedak padi, jagung, dan tepung ikan lokal. Rangkaian kegiatan meliputi penyusunan formulasi, pencampuran bahan, pencetakan pelet, teknik pengeringan, penyimpanan pakan, hingga sesi diskusi dan evaluasi.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari berbagai program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan ITB-UB bersama Pemerintah Kabupaten Ngada pada tahun sebelumnya. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi lokal sebagai solusi bagi berbagai tantangan sektor perikanan budidaya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang interaktif menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan produksi pakan ikan secara mandiri. Peserta juga memperoleh contoh produk pelet hasil praktik yang dapat dijadikan acuan dalam penerapan di lapangan.

Melalui kolaborasi yang terus terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pembudidaya ikan di Kabupaten Ngada, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta mendorong pembangunan sektor perikanan yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, pendampingan dan monitoring akan terus dilakukan agar inovasi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*/ab)