JAKARTA, KN – Pemerintah Kota Kupang menorehkan pencapaian gemilang di kancah nasional dalam hal tata kelola birokrasi. 

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi menerima penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

Apresiasi prestisius ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Satya Pratama, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Jakarta pada Senin, (29/6).

Penghargaan tertinggi dari BKN ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen vertikal Pemerintah Kota Kupang dalam membangun manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berbasis kompetensi (sistem merit), serta berorientasi kuat pada perlindungan dan penguatan jenjang karier pegawai. 

Menariknya, Kota Kupang mencatatkan diri sebagai satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil memboyong penghargaan ini. 

Dua wilayah lain di bawah naungan Kanreg X BKN Denpasar yang menerima apresiasi serupa hanyalah Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Jembrana dari Provinsi Bali.

Merespons pencapaian tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kesuksesan ini bukanlah buah kerja individu, melainkan akumulasi kerja keras kolektif dari seluruh lini ASN di lingkup Pemkot Kupang yang konsisten menjaga integritas dan budaya melayani.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh ASN Pemerintah Kota Kupang. Ini bukan kerja satu orang, tetapi buah dari komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar dr. Christian Widodo seusai menerima trofi penghargaan, Senin (29/6).

Lebih lanjut, dr. Christian Widodo menjelaskan bahwa prestasi nasional ini berakar kuat pada prinsip dasar kepemimpinan yang selama ini dipegang teguh oleh jajarannya, yaitu To Govern is To Serve atau memerintah adalah melayani. 

Baginya, peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas tidak bisa dipisahkan dari bagaimana pemerintah daerah memperlakukan aparatur sipilnya di internal. 

Sistem kerja yang adil, objektif, serta tersedianya ruang pengembangan kompetensi yang setara merupakan hulu dari lahirnya inovasi pelayanan publik yang berdampak nyata.

“Ketika ASN memiliki kesempatan untuk berkembang, bekerja dalam sistem yang jelas, dan mendapatkan penghargaan yang layak atas kinerjanya, maka mereka akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, pembangunan karier ASN adalah bagian penting dari peningkatan kualitas pelayanan publik,” urai Wali Kota Kupang secara mendalam.

Pemkot Kupang menegaskan bahwa pengakuan dari BKN pusat ini bukan merupakan garis finish dari reformasi birokrasi di Kota Kasih. 

Sebaliknya, capaian ini akan dijadikan sebagai stimulus dan tolok ukur baru untuk terus memperkuat implementasi sistem merit, mematangkan kompetensi pegawai, serta mempercepat transformasi birokrasi berbasis digital agar tata kelola pemerintahan ke depan menjadi jauh lebih responsif, akuntabel, dan transparan dalam menjawab ekspektasi publik. (agn)