Ia mengaku kecewa karena penutupan terjadi setelah kliennya menurunkan alat berat untuk bersih-bersih lahan. “Saat alat bekerja tidak ada yang hadang. Giliran kerja selesai, ada lagi yang pasang palang. Bagaimana mungkin ada oknum yang menutup ruas jalan yang sudah jadi jalan pemerintah,” tegasnya.

Ganggu Investasi dan Aktivitas Warga

Menurut Ferdi, penutupan akses berdampak langsung ke rencana investasi kliennya di belakang lokasi. “Klien saya mau bangun usaha di belakang situ. Kalau akses resmi terus ditutup, ini merugikan investor. Bagaimana orang mau berinvestasi kalau aksesnya dipalang,” katanya.

Ia juga menyebut ada belasan pemilik lahan lain yang dirugikan. Di antaranya Pak Rio, Pak Budi, Pak Boni, Pak Marianus, Pak Solus, Mr. David, Pak Adrianus, Pak Frans, dan Pak Herman.

“Mereka semua mendukung pembukaan akses karena ini kebutuhan bersama. Semua mempertanyakan kenapa jalan bisa ditutup, padahal pemerintah terus ajak investor ke Labuan Bajo,” ungkap Ferdi.

Ferdi meminta Pemkab Manggarai Barat segera turun tangan. “Pemerintah harus hadir. Jangan sampai diatur oleh seseorang. Kalau ada sengketa tanah, tempuh jalur hukum. Tapi jangan tutup akses jalan pemerintah karena rugi masyarakat dan investor,” katanya.