Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PLTP Ulumbu, Roya Ginting, mengatakan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat setempat.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah membuka ruang kolaborasi dan bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan program ini. Harapan kami bukan hanya proyek yang berjalan dengan baik, tetapi juga ekonomi masyarakat dapat tumbuh bersama kehadiran PLTP Ulumbu,” ungkap Roya.

Menurutnya, konsep agroforestry hetero tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Melalui pengelolaan lahan yang terintegrasi, program ini diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan tutupan vegetasi, serta menjadi contoh praktik pertanian berkelanjutan bagi desa-desa lain di sekitar kawasan pengembangan PLTP Ulumbu,” jelasnya.

Roya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Wewo, khususnya kelompok tani dan kaum perempuan yang selama lebih dari satu bulan terakhir terlibat aktif membuka dan menyiapkan lahan seluas sekitar 1,5 hektare sebagai lokasi program.

“Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting untuk mewujudkan keberhasilan program dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan bahwa program Agroforestry Hetero merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Melalui program Agroforestry Hetero, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan secara produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Manurung.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan energi panas bumi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.