“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah membuka ruang kolaborasi dan bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan program ini. Harapan kami bukan hanya proyek yang berjalan dengan baik, tetapi juga ekonomi masyarakat dapat tumbuh bersama kehadiran PLTP Ulumbu,” ungkap Roya.
Menurutnya, konsep agroforestry hetero tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Melalui pengelolaan lahan yang terintegrasi, program ini diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan tutupan vegetasi, serta menjadi contoh praktik pertanian berkelanjutan bagi desa-desa lain di sekitar kawasan pengembangan PLTP Ulumbu,” jelasnya.
Roya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Wewo, khususnya kelompok tani dan kaum perempuan yang selama lebih dari satu bulan terakhir terlibat aktif membuka dan menyiapkan lahan seluas sekitar 1,5 hektare sebagai lokasi program.







Tinggalkan Balasan