Dampak iklim tersebut memicu berbagai risiko berantai yang mengancam kehidupan harian warga, seperti ancaman bencana kekeringan, cuaca ekstrem yang tidak menentu, penurunan kualitas lingkungan hidup, hingga gangguan pada sektor kesehatan dan stabilitas ekonomi makro daerah.
Menyadari kompleksitas masalah tersebut, Pemkot Kupang bergerak cepat mengintegrasikan prinsip ketahanan iklim ke dalam visi pembangunan kota. Sesuai dengan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan, sejumlah program adaptasi dan mitigasi kini mulai diakselerasi secara nyata di lapangan.
Langkah konkret yang dijalankan Pemkot Kupang meliputi gerakan menanam dan memanen air guna mengamankan ketersediaan sumber daya air jangka panjang. Selain itu, pemerintah juga menggenjot proyek rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), penghijauan kembali (reboisasi), serta edukasi masif untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan di tingkat keluarga.
Di sektor sanitasi, dikembangkan pula manajemen pengelolaan sampah terpadu yang berbasis ekonomi sirkular agar bernilai guna secara ekonomis sekaligus ramah lingkungan.







Tinggalkan Balasan