“Forum ini tidak hanya membahas pendanaan, tetapi juga upaya membangun ekosistem pendanaan iklim yang inklusif dan berkelanjutan. Ketahanan iklim hanya dapat terwujud apabila pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga donor bekerja bersama serta menempatkan aktor lokal sebagai bagian utama dari solusi,” papar Country Manager CRS Indonesia dan Timor Leste, Yane A. Tamonob.
Pihak CRS berharap, kegiatan ini dapat membuahkan hasil konkrit di lapangan yang ditandai dengan menguatnya jejaring komunikasi pendanaan iklim, serta meningkatnya akses birokrasi daerah maupun organisasi masyarakat sipil terhadap sumber-sumber pembiayaan global.
Keterbukaan akses ini diharapkan menjadi stimulus bagi lahirnya berbagai program inovatif yang mampu mendongkrak ketahanan fisik dan ekonomi masyarakat NTT dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem. CRS menyatakan komitmennya untuk terus mengawal peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendanaan hijau ini di masa depan. (agn)







Tinggalkan Balasan