KUPANG, KN – Ruang dialog terbuka antara eksekutif dan kelompok pemuda di Kota Kupang melahirkan sejumlah gagasan segar untuk memajukan potensi kepemudaan serta prestasi olahraga lokal. Dalam sesi audiensi bersama Pengurus PMII Cabang Kupang pada Senin (22/6) kemarin, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo merespons cepat usulan pembentukan sebuah wadah kolaboratif yang terintegrasi bagi kaum muda di ibu kota Provinsi NTT.

Gagasan ini berawal dari aspirasi pemuda yang merindukan adanya ruang fisik bersama sebagai titik temu lintas komunitas untuk berdiskusi, bertukar pikiran, membangun jejaring sosial, hingga menelurkan karya-karya kreatif. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang menggarisbawahi bahwa perwujudan “rumah pemuda” tersebut tidak perlu terhambat oleh urusan birokrasi pembangunan gedung baru yang memakan biaya besar, melainkan bisa diakomodasi dengan memanfaatkan aset dan fasilitas milik pemerintah daerah yang sudah tersedia.

“Rumah kepemudaan tidak harus selalu dalam bentuk bangunan baru. Yang paling penting adalah adanya ruang bagi anak-anak muda untuk berkumpul, berdiskusi, menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, dan melahirkan gagasan-gagasan kreatif. Kita bisa memanfaatkan ruang yang ada di kantor wali kota, rumah jabatan, atau fasilitas pemerintah lainnya,” jelas dr. Christian Widodo.

Guna merealisasikan konsep inklusif tersebut secara berkelanjutan, Wali Kota memastikan akan segera berkoordinasi dengan jajaran perangkat daerah teknis, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang. Tujuannya agar regulasi pemanfaatan ruang publik bagi seluruh organisasi kepemudaan dan komunitas kreatif di Kota Kupang dapat tertata rapi.

Di samping mematangkan konsep ruang kolaborasi pemuda, dr. Christian Widodo yang juga memegang amanah sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang, memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan komitmen penguatan sektor olahraga prestasi. Fokus perhatian kini diarahkan penuh guna menyongsong gelaran akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, di mana Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dipercaya menjadi tuan rumah bersama.

Pemerintah Kota Kupang bersama KONI terus bergerak memastikan seluruh cabang olahraga mendapatkan asupan dukungan yang proporsional. Intervensi kebijakan difokuskan pada peningkatan sarana-prasarana tempat latihan, jaminan kesejahteraan, pemenuhan standar gizi atlet, hingga sistem pembinaan performa yang terukur dan berkala.

“Kita ingin atlet-atlet Kota Kupang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi. Karena itu pembinaan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, apalagi kita sedang menyongsong PON XXII Tahun 2028 yang akan menjadi momentum sejarah bagi NTT,” pungkas Wali Kota. (agn)