Kefamenanu, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena berdialog dengan Orang Muda Katolik (OMK) se-Dekenat Mena di Kantor Dekenat Mena, Paroki St. Filomena, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (11/6/2026).
Ketua OMK Paroki St. Filomena Mena, Yanto Lau, mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Melki yang dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah mendengar aspirasi generasi muda dan melibatkan mereka dalam pembangunan daerah.
“Melalui dialog ini, aspirasi kami didengar langsung, direspons, dan diharapkan dapat ditindaklanjuti. Kehadiran Gubernur menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peran kaum muda dalam membangun NTT dan TTU,” kata Yanto.
Dalam dialog tersebut, Melki menegaskan bahwa pertemuan dengan masyarakat, khususnya kaum muda, menjadi sumber energi bagi pemerintah untuk terus bekerja melayani masyarakat.
“Bertemu masyarakat adalah vitamin dan energi bagi kami. Harapan yang disampaikan masyarakat menjadi bahan bakar untuk terus bekerja,” ujar Melki.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan NTT, termasuk dalam peningkatan kualitas pendidikan yang masih menjadi tantangan di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui Program Jam Belajar Masyarakat setiap pukul 18.00-19.30 WITA.
Selain pendidikan, Melki juga menyoroti peran pemuda dalam menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, berbagai kegiatan OMK dalam rangkaian perayaan Hati Kudus Yesus tidak hanya bernilai religius, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.
“Kegiatan anak muda perlu didokumentasikan dan dievaluasi agar dampaknya bisa diukur dan menjadi dasar dukungan pemerintah ke depan,” katanya.
Melki juga mengajak generasi muda memanfaatkan masa muda untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Sementara itu, Bupati TTU Falentinus Delasalle Kebo menilai dialog antara pemerintah dan kaum muda merupakan forum penting untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
“Orang muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku perubahan. Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan kritik secara konstruktif,” ujar Falentinus.
Ia menambahkan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, Gereja Katolik selama ini telah berkontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai moral di TTU.
Romo Deken Mena mengatakan, dialog bersama gubernur dan bupati merupakan momen yang telah lama dinantikan umat dan kaum muda Katolik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hati Kudus Yesus yang diawali dengan perarakan Arca Hati Kudus Yesus di 10 paroki serta diisi berbagai perlombaan dan pameran ekonomi kreatif OMK.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman kaum muda, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka,” ujarnya.
Usai dialog, Gubernur Melki meninjau stan UMKM milik anggota OMK dan membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan terhadap usaha kreatif generasi muda. Langkah itu sejalan dengan program Pemerintah Provinsi NTT yang mendorong pengembangan produk unggulan berbasis komunitas dan penguatan ekonomi lokal. (ocp/ab)





Tinggalkan Balasan