“Orang muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku perubahan. Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan kritik secara konstruktif,” ujar Falentinus.
Ia menambahkan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, Gereja Katolik selama ini telah berkontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai moral di TTU.
Romo Deken Mena mengatakan, dialog bersama gubernur dan bupati merupakan momen yang telah lama dinantikan umat dan kaum muda Katolik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hati Kudus Yesus yang diawali dengan perarakan Arca Hati Kudus Yesus di 10 paroki serta diisi berbagai perlombaan dan pameran ekonomi kreatif OMK.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman kaum muda, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka,” ujarnya.
Usai dialog, Gubernur Melki meninjau stan UMKM milik anggota OMK dan membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan terhadap usaha kreatif generasi muda. Langkah itu sejalan dengan program Pemerintah Provinsi NTT yang mendorong pengembangan produk unggulan berbasis komunitas dan penguatan ekonomi lokal. (ocp/ab)





Tinggalkan Balasan