KUPANG, KN – Geliat ekonomi kreatif masyarakat Kota Kupang mendapat ruang segar lewat gelaran Expo UMKM di ajang Saboak (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang berlangsung di Taman Nostalgia (Tamnos), 6-7 Juni 2026.
Puluhan stan usaha mikro, kecil, dan menengah lokal tampak memadati area taman, menawarkan beragam produk mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk fesyen tenun modifikasi.
Kehadiran ribuan warga yang memadati kawasan Car Free Night (CFN) sejak pukul 16.00 membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha.
Beberapa dari mereka mengaku mencatatkan kenaikan omzet yang cukup signifikan dibanding hari-hari biasa. Konsep pasar malam berbalut hiburan rakyat ini dinilai cukup efektif menarik minat belanja masyarakat.
“Event seperti Saboak ini yang sangat kami butuhkan. Lokasinya strategis di pusat kota, fasilitas seperti food court dan area bermain (playground) juga membuat pengunjung betah berlama-lama, jadi peluang produk kami dilirik dan dibeli itu besar sekali,” ungkap Ica, salah seorang pelaku UMKM kuliner di lokasi.
Tidak hanya menguntungkan bagi pedagang, kelengkapan pilihan kuliner di area food court juga memanjakan para pemburu camilan malam. Rian, salah satu pengunjung yang datang malam itu, mengaku sengaja berkunjung ke Tamnos hanya ingin berburu makanan ringan untuk menemani waktu santainya.
“Saya ke sini memang sengaja mau cari makanan ringan buat camilan malam minggu. Pilihannya banyak sekali dan ramah di kantong, mulai dari jajanan tradisional sampai camilan kekinian semuanya ada di satu tempat. Jadi tidak perlu keliling kota lagi kalau mau jajan,” kata Rian sembari menunjukkan kantong belanjaannya.
Selain transaksi jual-beli, Expo UMKM di Saboak juga menjadi sarana promosi yang efektif. Panitia juga menyatukan area pameran ini dengan pelayanan publik terpadu seperti Pelayanan Perizinan dan Pembayaran Pajak, sehingga warga yang datang mengurus dokumen pemerintahan turut melipir untuk berbelanja dan mencicipi aneka jajanan.
Pemerintah Kota Kupang berharap lewat konsistensi wadah seperti Saboak, rantai ekonomi lokal dapat terus berputar, sekaligus memacu para pelaku UMKM untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas produk mereka agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (agn)





Tinggalkan Balasan