Hapuskan Stigma “Sekolah Favorit” Lewat Pemerataan Guru

Selain masalah transparansi, Pemerintah Kota Kupang juga fokus mengikis sudut pandang masyarakat yang hanya mengunggulkan sekolah-sekolah tertentu saja. Ernest menyatakan bahwa pemikiran mengenai “sekolah favorit” harus diubah demi terciptanya pemerataan kualitas pendidikan.

Guna merealisasikan hal tersebut, Dinas Pendidikan tengah menjalankan program penataan ulang dan redistribusi tenaga pengajar. Saat ini, penempatan guru dinilai belum seimbang di mana sebagian sekolah kelebihan guru mata pelajaran tertentu, sementara sekolah lain justru kekurangan pengajar krusial seperti Matematika, IPA, Agama, dan Bahasa Inggris.

Seluruh kepala sekolah pun diminta segera menyetor data guru yang valid agar kebijakan mutasi tepat sasaran. Data tersebut akan menjadi dasar yang akurat untuk pengambilan keputusan perihal rencana pemetaan guru.

Tolak Jasa Titip, Manfaatkan Jalur Resmi

Di akhir arahannya, Ernest melarang keras adanya praktik “jasa titip” kursi sekolah. Ia mengimbau orang tua murid untuk memanfaatkan jalur seleksi resmi yang sudah terintegrasi secara transparan di dalam sistem, mulai dari jalur zonasi (domisili), afirmasi, prestasi, hingga perpindahan tugas orang tua.