KUPANG, KN – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) untuk aktif memprogramkan agenda besar skala regional hingga internasional. 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris KORMI NTT, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si, saat memberikan sambutan dalam upacara pelantikan pengurus ULD Kota Kupang, Jumat (29/5).

KORMI menilai Kota Kupang memiliki potensi besar karena sebagian besar peserta berprestasi dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) berasal dari kota ini. Selain itu, hobi positif ini diyakini mampu mewujudkan warga Kota Kupang yang sehat, bugar, dan ceria. 

“Sebuah kota akan hidup jika ada event. Kami mendorong agar dijadwalkan agenda khusus seperti Line Dance Champion atau bahkan World Dance Master di Kota Kupang,” ujar Karel. 

Pihak KORMI juga menyarankan agar Pemkot Kupang mulai menjajaki peluang memasukkan line dance sebagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah-sekolah demi konsistensi prestasi menuju FORNAS 2027 di Sulawesi Tenggara.

Gayung bersambut, tantangan dan dorongan dari KORMI NTT ini direspons positif oleh Pemkot Kupang. Hal ini tidak lepas dari figur kepemimpinan di Kota Kupang saat ini, di mana Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dikenal luas sebagai seorang pelaku sekaligus pencinta olahraga yang aktif mengelola fasilitas tinju dan kebugaran (fitness).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang menyambut baik gagasan penyeleksian agenda olahraga internasional di wilayahnya dan menegaskan kesiapan daerah untuk menerima para pegiat olahraga dari berbagai penjuru. Menurutnya, infrastruktur sosial, keindahan alam, serta keramahan warga kota menjadi modal utama.

“Kami di Kota Kupang punya makanan yang enak, sunset yang indah, dan orang-orang yang baik. Semoga melalui olahraga ini, para tamu dan pencinta line dance rindu untuk datang lagi ke Kupang,” ungkap dr. Christian Widodo.

Pemkot Kupang berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi agar berbagai ajang olahraga, baik prestasi maupun rekreasi, dapat terus tumbuh hidup di ibu kota NTT. (agn)