KUPANG, KN – Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 (2026 Masehi) di Kota Kupang mencapai puncaknya dengan pelaksanaan acara Dharma Santi. Acara yang berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang ini menjadi momentum bagi seluruh umat sedharma untuk bersyukur atas terlaksananya seluruh rangkaian perayaan hari raya tahun ini dengan lancar.
Dalam sambutannya, Ketua PHDI Kota Kupang, dr. Ari Wijana, M.Si, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis. Dukungan pemerintah dinilai menjadi pilar penting yang memastikan perayaan Nyepi tahun ini dapat berlangsung dengan baik.
“Saya atas nama umat Hindu yang ada di Kota Kupang ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya. Terutama yang dari awal sudah membimbing kami berhubungan dengan Pemkot Kupang, karena beliau-beliau adalah Guru Wisesa (guru yang membidangi pemerintahan) kami,” ungkap dr. Ari Wijana dalam sambutannya.
Sinergi Pemerintah dan Umat
dr. Ari Wijana menjelaskan bahwa dukungan Pemerintah Kota Kupang tidak hanya bersifat moral melalui bimbingan, tetapi juga bantuan material melalui anggaran APBD Kota Kupang. Hal ini membuktikan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakatnya.
“Khusus untuk perayaan Nyepi, dari tahun ke tahun ada anggarannya di APBD Kota Kupang. Sehingga, pelaksanaan hari raya Nyepi yang rentetannya mulai dari Melasti, Tawur Agung Kesanga (Pawai Ogoh-ogoh), hingga Dharma Santi hari ini, semuanya mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang,” tambahnya.
Solidaritas dan Gotong Royong
Selain kepada pemerintah, ungkapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh sponsor, donatur, serta segenap umat sedharma yang telah memberikan punia (sumbangan) sehingga panitia dapat bergerak lebih leluasa. Tercatat sebanyak 68 orang panitia telah bekerja keras berkolaborasi dengan umat sedharma dan para sponsor guna menyukseskan rangkaian acara.
Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam” (Satu Bumi, Satu Keluarga), acara Dharma Santi ini juga menjadi ajang refleksi untuk mempererat persaudaraan. Umat Hindu di Kota Kupang, yang berjumlah sekitar 560 Kepala Keluarga atau kurang lebih 3.000 jiwa, diharapkan dapat terus menjalankan upacara dan perayaan hari raya dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.
Sambutannya ditutup dengan harapan bahwa harmonisasi dan kerukunan yang tercipta di Kota Kupang dapat terus terjaga, sesuai dengan semangat “Harmoni Nusantara, Indonesia Maju”. (*)



Tinggalkan Balasan