Sebelumnya, proses produksi dilakukan di dapur rumah pribadi dengan fasilitas terbatas dan kondisi bangunan yang kurang memadai untuk menunjang kegiatan produksi secara optimal. Keterbatasan ruang dan fasilitas kerap menjadi tantangan bagi kelompok usaha tersebut dalam meningkatkan kapasitas produksi.

“Dulu kami produksi di dapur sendiri, tempatnya sempit dan sering bocor kalau hujan. Sekarang kami sudah punya tempat yang layak dan jauh lebih nyaman untuk bekerja,” ujar Evodia.

Selain membangun rumah produksi, PT PLN (Persero) UIP Nusra juga memberikan dukungan berupa sejumlah peralatan penunjang produksi, mulai dari kompor, blender, ember, wajan berukuran besar, hingga perlengkapan meubel untuk mendukung operasional kelompok usaha tersebut.

Dukungan tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas proses pengolahan produk herbal yang dijalankan kelompok usaha itu.

Ia mengaku perkembangan usaha yang dijalankannya bersama 24 anggota kelompok lainnya berkembang cukup pesat setelah mendapat bantuan fasilitas produksi dari PLN UIP Nusra. Menurut dia, keberadaan rumah produksi dan kelengkapan peralatan kerja membuat proses produksi menjadi lebih efektif dan nyaman.