Kupang, KN – Ketua Umum KONI Provinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, pergantian empat staf Sekretariat KONI NTT, merupakan bagian dari evaluasi rutin organisasi, dan bukan persoalan serius seperti yang berkembang di publik.

Ia menjelaskan, proses evaluasi tersebut telah dibahas sebelumnya di internal pengurus dan dilakukan secara baik-baik.

Dari enam staf lama, hanya dua orang yang masih dipertahankan, sementara empat lainnya diganti sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

“Setiap tahun memang ada evaluasi. Ada masukan dan catatan dari pengurus. Yang lama dari enam tinggal dua, lalu masuk empat orang baru. Ini bagian dari penyegaran supaya yang muda-muda juga bisa masuk,” kata Melki kepada wartawan di Hotel Sasando Kota Kupang, Senin (18/6/2026).

Ia menegaskan, pergantian tidak berkaitan dengan persoalan khusus ataupun konflik internal. Langkah itu murni untuk meningkatkan kinerja organisasi.

“Tidak mungkin kita buang orang kalau tidak ada hal luar biasa. Ini cuma penyegaran biasa saja,” ujarnya.

Melki juga memastikan, empat staf yang diganti akan tetap diakomodir pada posisi lain. Karena itu, ia mengaku heran persoalan tersebut berkembang menjadi polemik di ruang publik.

“Empat orang ini rencananya nanti akan diatur di tempat lain supaya ada penyegaran. Jadi saya juga bingung kenapa tiba-tiba jadi ramai begini,” tambahnya.

Terkait isu bahwa empat staf baru berasal dari kalangan partai politik dan orang dekat gubernur, Melki membantah adanya kepentingan politik dalam proses tersebut. Ia menjelaskan komposisi staf baru berasal dari berbagai latar belakang.

“Satu dari Gerindra, satu Demokrat, satu Golkar, dan satu aktivis. Jadi isu yang berkembang ini terlalu banyak dan membuat persoalan sederhana jadi rumit,” jelasnya.

Ia menegaskan penunjukan staf baru didasarkan pada kemampuan bekerja, bukan kedekatan pribadi maupun afiliasi politik.

“Mau dekat atau jauh, yang penting kalau dia bagus dan bisa kerja, ya masuk dan kerja. Itu saja,” tandasnya.

Di tengah isu pergantian staf tersebut, Melki mengatakan, fokus utama saat ini adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ke depan, akan ada rapat lanjutan di Jakarta pada 20 – 21 Mei mendatang, untuk membahas pembagian lokasi pelaksanaan PON di dua provinsi dan berbagai aspek persiapan PON lainnya. (ocp/ab)