Melki juga memastikan, empat staf yang diganti akan tetap diakomodir pada posisi lain. Karena itu, ia mengaku heran persoalan tersebut berkembang menjadi polemik di ruang publik.
“Empat orang ini rencananya nanti akan diatur di tempat lain supaya ada penyegaran. Jadi saya juga bingung kenapa tiba-tiba jadi ramai begini,” tambahnya.
Terkait isu bahwa empat staf baru berasal dari kalangan partai politik dan orang dekat gubernur, Melki membantah adanya kepentingan politik dalam proses tersebut. Ia menjelaskan komposisi staf baru berasal dari berbagai latar belakang.
“Satu dari Gerindra, satu Demokrat, satu Golkar, dan satu aktivis. Jadi isu yang berkembang ini terlalu banyak dan membuat persoalan sederhana jadi rumit,” jelasnya.
Ia menegaskan penunjukan staf baru didasarkan pada kemampuan bekerja, bukan kedekatan pribadi maupun afiliasi politik.
“Mau dekat atau jauh, yang penting kalau dia bagus dan bisa kerja, ya masuk dan kerja. Itu saja,” tandasnya.
Di tengah isu pergantian staf tersebut, Melki mengatakan, fokus utama saat ini adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).



Tinggalkan Balasan