Kupang, KN – Ketua Umum Zulkifli Hasan melantik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Nusa Tenggara Timur periode 2024–2029 pada Jumat (15/5/2026) sore.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Desa Yandri Susanto, Sekjen DPP PAN Eko Patrio, anggota DPR RI Fraksi PAN Farel Bramasta dan Sigit Purnomo, serta para kader PAN se-NTT.

Turut hadir pula Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, sejumlah kepala daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan meminta seluruh pengurus PAN di NTT memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun Nusa Tenggara Timur sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa filosofi PAN tercermin dari lambang matahari pada logo partai yang melambangkan kasih sayang Tuhan tanpa membedakan latar belakang siapa pun.

“Matahari itu ciptaan Tuhan yang punya kasih sayang sangat sempurna. Tidak membedakan kita dari mana, tetapi memberi kasih sayang kepada siapa pun. Itulah filosofi PAN, tidak membedakan siapa pun, yang terpenting mau membangun NTT dan Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.

Secara khusus, ia juga memuji Ketua DPW PAN NTT, Ahmad Yohan. Menurutnya, Ahmad Yohan merupakan sosok pemimpin yang memiliki strategi kuat sekaligus mampu merangkul berbagai tokoh politik di NTT.

“Yohan ini punya siasat dan strategi yang bagus. Hebatnya lagi, dia mampu merangkul banyak pemimpin besar di NTT. Saya bangga dengan dia,” katanya.

Senada dengan itu, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menilai Ahmad Yohan sebagai politisi tangguh dan cerdas karena mampu menyatukan berbagai tokoh politik yang sebelumnya berada di kubu berbeda.

“Hanya AYO yang bisa merangkul semua politisi yang dulunya lawan, sekarang jadi kawan. Ada Pak Simon Kamlasi dan Sis Jane yang dulu lawan di Pilgub, kemudian Pak Leo Lelo dan Pak Jefri Riwu Kore yang dulu berbeda jalan politik, sekarang bisa duduk bersama,” ujar Melki.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan PAN dapat terus terjaga demi mewujudkan NTT yang lebih sejahtera.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PAN NTT, Ahmad Yohan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin PAN NTT. Ia menegaskan komitmennya menjalankan arahan partai dan terus mendorong pembangunan di daerah.

Menurutnya, PAN telah berkontribusi dalam pengembangan industri garam di Sabu, Rote, dan Kabupaten Kupang dengan total anggaran mencapai Rp1,2 triliun.

“Program industri garam di Sabu, Rote, dan Kabupaten Kupang sudah mulai dilaksanakan. Ini bagian dari upaya kami membangun ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad Yohan juga menyebut pembangunan tambak udang di Sumba dengan nilai investasi Rp7,8 triliun sebagai bagian dari program strategis yang sedang didorong PAN untuk NTT.

Di akhir sambutannya, Ahmad Yohan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Desa Yandri Susanto ke NTT, yang diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa-desa tertinggal di wilayah tersebut.

“Untuk desa-desa tematik, kami siap mengawal program ini bukan untuk kepentingan partai, tetapi demi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang kita cintai,” pungkasnya. (*)