“Ketika masyarakat mulai bersedia berdialog, muncul pemahaman bahwa kehadiran kami justru untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap diperhatikan,” katanya.

Namun demikian, situasi berbeda ditemui dalam pengembangan geothermal di Ulumbu. Dennis mengakui masih terdapat kelompok masyarakat yang menolak dan belum bersedia terlibat dalam proses komunikasi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tanpa komunikasi dua arah, proses membangun pemahaman bersama tidak mudah dilakukan.

“Karena itu, pendekatan sosial harus terus dijalankan secara konsisten,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa PLN terus mengedepankan pendekatan terbuka dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan proyek.

“Kami menyadari bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang baik dengan masyarakat, saling mendengar, dan saling memahami,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, PLN ingin memastikan pengembangan geothermal di Flores mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.