Ia mencontohkan pengalaman pengembangan geothermal di Mataloko. Pada tahap awal, sebagian masyarakat sempat menunjukkan penolakan, namun perlahan mulai menerima setelah tersedia ruang dialog yang lebih terbuka.
“Ketika masyarakat mulai bersedia berdialog, muncul pemahaman bahwa kehadiran kami justru untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap diperhatikan,” katanya.
Namun demikian, situasi berbeda ditemui dalam pengembangan geothermal di Ulumbu. Dennis mengakui masih terdapat kelompok masyarakat yang menolak dan belum bersedia terlibat dalam proses komunikasi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tanpa komunikasi dua arah, proses membangun pemahaman bersama tidak mudah dilakukan.
Halaman



Tinggalkan Balasan