Tantangan terbesar pembangunan ekonomi di NTT saat ini masih berkaitan dengan tingginya biaya logistik antarwilayah. Kondisi geografis sebagai provinsi kepulauan, menyebabkan distribusi barang membutuhkan biaya besar, dan berdampak langsung pada harga kebutuhan masyarakat

“Problem utama provinsi kepulauan adalah biaya logistik yang besar. Jika infrastruktur laut memadai, distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi tentu akan lebih baik,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan keberhasilan kawasan FTZ tidak hanya ditentukan oleh status kawasan semata, tetapi juga ditopang kepastian regulasi dan pelayanan investasi yang cepat, mudah, dan efisien.

Menurutnya, investor akan lebih tertarik masuk ke suatu daerah apabila proses perizinan sederhana dan didukung sistem pelayanan yang terintegrasi melalui digitalisasi.

“Investor melihat kepastian dan kemudahan. Karena itu pelayanan perizinan harus dipermudah, termasuk melalui digitalisasi agar proses lebih cepat dan akses investasi semakin terbuka,” kata Amsakar.