“Kota Kupang bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Meskipun masih dalam tahap membangun fondasi organisasi, Forum PSDAT optimistis dapat menghadirkan perubahan positif dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang melalui penyediaan fasilitas pendukung dan koordinasi program yang berkelanjutan.
Pengukuhan forum ini menandai strategi Pemkot Kupang dalam menangani krisis air tahunan menjadi lebih partisipatif dengan melibatkan tokoh agama dan akademisi. Langkah ini dipandang krusial untuk memastikan setiap kebijakan pengelolaan air mendapatkan dukungan sosial yang luas dari masyarakat. (*)
Halaman









Tinggalkan Balasan