Wali Kota juga mengingatkan para pengurus untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan tugas. Menurutnya, memulai pekerjaan memang membutuhkan komitmen, namun mengakhiri pekerjaan dengan sukses memerlukan konsistensi yang kuat.
Strategi Mediasi dan Konservasi Berkelanjutan
Sebagai Ketua Forum yang baru, Roddialek Pollo menjelaskan bahwa salah satu keunikan struktur organisasi ini adalah adanya divisi mediasi yang melibatkan pemuka agama seperti pendeta, romo, dan ustaz. Hal ini bertujuan untuk meredam potensi gesekan sosial terkait distribusi air, khususnya saat memasuki musim kemarau yang ekstrem.
Tugas utama forum ini meliputi:
- Memberikan gagasan dan rekomendasi strategis terkait konservasi sumber daya air.
- Mendorong efisiensi penggunaan air di tingkat masyarakat dan industri.
- Memfasilitasi kolaborasi lintas pihak antara pemerintah, swasta, dan organisasi sosial.
Wali Kota mengajak seluruh elemen untuk memandang pengelolaan air sebagai bentuk tanggung jawab kepada masa depan. Ia menekankan bahwa setiap mata air yang dirawat hari ini adalah investasi bagi generasi yang belum lahir.
“Kota Kupang bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Meskipun masih dalam tahap membangun fondasi organisasi, Forum PSDAT optimistis dapat menghadirkan perubahan positif dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang melalui penyediaan fasilitas pendukung dan koordinasi program yang berkelanjutan.







Tinggalkan Balasan