“Kalau memang ada tindakan yang diduga berupa kekerasan fisik, kita minta untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas, untuk menemukan terduga pelaku yang menghilangkan nyawa mahasiswi kami,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Rektor UPG 1945 NTT, Uly Riwu Kaho mengaku sangat terpukul atas meninggalnya Yerdi Efrosina Bekliu yang disebut sebagai mahasiswi aktif dan dikenal baik di lingkungan kampus.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari keluarga maupun teman-teman korban, almarhumah tidak memiliki riwayat penyakit berat.
“Kami semua sangat berduka. Kepergian anak kami ini seperti petir di siang bolong,” kata Uly Riwu Kaho. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan