Namun, komunikasi yang telah terjalin dengan pihak Wakil Presiden memberikan sinyal positif.
“Dari komunikasi yang ada, beliau memiliki keinginan untuk hadir dalam pawai Paskah nanti,” tambahnya.
Pemerintah Kota Kupang sendiri mendorong agar Pawai Paskah GMIT 2026 tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi ikon kota yang dikenal secara luas.
“Kita ingin Pawai Paskah GMIT ini menjadi ikon Kota Kupang, seperti halnya Semana Santa yang sudah dikenal luas,” kata Wali Kota.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata religi di Indonesia Timur. Selain menyatukan umat dalam perayaan iman, pawai ini juga dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
Pawai Paskah GMIT sendiri merupakan tradisi tahunan yang digelar oleh Pemuda Sinode GMIT dan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Pada pelaksanaan sebelumnya, ribuan umat memadati jalan-jalan utama Kota Kupang untuk mengikuti prosesi yang sarat dengan simbol iman, budaya, dan pesan perdamaian.





Tinggalkan Balasan