“Jangan sampai hanya berhenti di rak perpustakaan. Penelitian ini harus mewujud nyata dalam kebijakan yang berdampak langsung bagi warga,” tambahnya.

Wali Kota juga membuka ruang kolaborasi lebih lanjut dengan Undana, dengan memberi kesempatan kepada perangkat daerah untuk mengusulkan sektor-sektor prioritas yang membutuhkan kajian ilmiah.

Sementara itu, Rektor Undana menegaskan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami akan melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Kota Kupang untuk menentukan aspek mana yang menjadi prioritas tahun ini. Fokusnya bisa pada pengelolaan sampah, penguatan ekonomi masyarakat, maupun reformasi birokrasi,” jelasnya. Ia menambahkan, filosofi “kampus berdampak” harus terasa sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat hasil penelitian dipublikasikan.

Selain Pemerintah Kota Kupang, Undana juga menyerahkan bantuan riset berdampak kepada Pemerintah Provinsi NTT serta sejumlah pemerintah kabupaten, antara lain Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Ngada.