Kupang, KN – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar rapat perdana pada Selasa (10/2/2026) di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI NTT yang juga Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Sekretaris Umum KONI NTT, Alfonsus Theodorus, serta dihadiri seluruh jajaran pengurus KONI NTT.
Dalam rapat perdana ini, Ketua Umum bersama pengurus mulai melakukan pemetaan kabupaten dan kota di NTT yang akan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga (cabor) pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua Umum KONI NTT, Melki Laka Lena, dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana olahraga untuk menyambut PON 2028.
Ia meminta bidang yang bersangkutan, untuk segera melakukan pengecekan terhadap venue-venue yang ada, sekaligus menentukan daerah yang layak menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan setiap cabang olahraga.
“Setiap cabang olahraga akan dibagi pelaksanaannya ke berbagai daerah di NTT. Bisa di Sumba, Flores, Sabu, Rote, maupun Timor,” jelas Melkiades.
Menurutnya, pembagian lokasi pertandingan ini tidak hanya bertujuan untuk pemerataan, tetapi juga untuk mendorong dampak positif bagi daerah-daerah yang terlibat.
Sebagian wilayah disebut layak dan memiliki venue untuk menghelat berbagai lomba PON 2028, diantaranya, Kota Kupang, Labuan Bajo, Kabupaten Kupang, Sikka, Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Barat Daya, dan beberapa wilayah lain.
Dengan demikian, Melki Laka Lena menegaskan bahwa, penyelenggaraan PON 2028 di NTT harus berpedoman pada prinsip lima sukses.
Lima sukes atau panca sukses dimaksud yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata.
“Kita ingin PON 2028 tidak hanya sukses dari sisi olahraga, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi dan promosi pariwisata di NTT,” pungkasnya. (*)

