Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi dilantik menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTT, periode 2026-2030.
Bersama pengurus, Melki dilantik langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman di Hotel Harper Kupang, Minggu (8/2/2026) malam.
Dalam sambutannya usai dilantik, Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTT, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin KONI NTT, periode empat tahun ke depan.
Menurut Melki, amanah sebagai Ketua Umum KONI NTT bukan sekadar jabatan, melainkan tugas mulia yang sarat tanggung jawab dan tantangan, terlebih NTT bersama NTB telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
“Walaupun keputusan resmi dari Pemerintah Pusat melalui Kemenpora RI masih menunggu, kita patut bersyukur karena Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, telah menyetujui penunjukan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII,” ujar Melki.
Ia menegaskan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, agar seluruh persiapan dapat dilakukan secara matang dan terencana.
Melki menjelaskan, seluruh program yang telah ditetapkan dalam Musorprov akan menjadi dasar kerja KONI NTT selama empat tahun ke depan.
“Saya mengajak seluruh pengurus KONI NTT yang baru dilantik untuk bekerja secara kolaboratif, bersinergi, dan bergerak cepat demi menyukseskan PON XXII/2028,” ungkapnya.
Politisi Partai Golkar ini menargetkan lima sukses utama sebagai tuan rumah PON, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata.
Untuk sukses penyelenggaraan, ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah dan profesional kepada seluruh tamu, kesiapan venue sesuai standar, dukungan transportasi, akomodasi, layanan kesehatan, konsumsi, serta jaminan keamanan selama pelaksanaan PON.
Sementara pada aspek prestasi, Melki menargetkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan PON XXI Aceh–Sumatera Utara, di mana NTT meraih 36 medali. Ia berharap PON XXII menjadi ajang lahirnya rekor-rekor baru yang diraih secara sportif dan menjunjung tinggi fair play.
Dalam hal administrasi, ia menegaskan pentingnya tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel, terutama terkait pengelolaan keuangan. Sedangkan dari sisi ekonomi, PON XXII diharapkan mampu menggerakkan sektor jasa, perdagangan, dan UMKM lokal dengan kehadiran ribuan tamu dari 38 provinsi.
Melki juga menilai PON XXII sebagai momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata NTT, mulai dari Labuan Bajo, Danau Kelimutu, Pasola di Sumba, hingga berbagai destinasi unggulan lainnya di NTT.
Sebagai Ketua Umum KONI NTT sekaligus Gubernur NTT, Melki menyatakan akan mengundang para bupati dan wali kota untuk rapat koordinasi membahas langkah strategis sebagai tuan rumah PON XXII/2028.
Ia juga berencana melibatkan lembaga negeri dan swasta yang memiliki fasilitas olahraga serta segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) PON XXII/2028 sambil menunggu terbentuknya Panitia Besar PON bersama KONI Pusat dan Kemenpora RI.
Di akhir sambutannya, Melki mengajak seluruh elemen, mulai dari Pemerintah Pusat, KONI Pusat, DPR RI dan DPD RI asal NTT, DPRD NTT, Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat NTT untuk memberikan dukungan penuh.
“Kita semua memiliki satu tekad, menjadikan PON XXII/2028 sebagai momentum kebangkitan olahraga, ekonomi, dan pariwisata NTT, serta mengangkat harkat dan martabat Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional,” pungkasnya. (*/ab)

