Alor  

Aktivis Soroti Dugaan Kunjungan Bupati Alor ke Rumah Seorang Perempuan pada Larut Malam

Lomboan Djhamou. (Foto: Facebook)

Kalabahi, KN – Aktivis Kabupaten Alor, Lomboan Djhamou, menyampaikan keprihatinan dan penyesalannya terkait dugaan peristiwa kunjungan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, ke rumah seorang perempuan yang diduga bukan istrinya pada Sabtu (7/2/2026) malam. Dugaan peristiwa tersebut disebut berujung pada keributan hingga dilaporkan ke Polres Alor.

Dalam keterangan resminya kepada media, Lomboan mengaku memperoleh informasi dari sumber yang ia anggap terpercaya. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada tengah malam dan memicu kemarahan anak Bupati Alor, yang kemudian mendatangi rumah perempuan dimaksud hingga terjadi keributan.

“Informasi yang saya terima menyebutkan bahwa dugaan Bupati Alor mendatangi rumah seorang perempuan yang bukan istrinya memicu kemarahan anak-anaknya, sehingga terjadi keributan dan rumah perempuan tersebut mengalami kerusakan. Perempuan itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Alor,” ujar Lomboan, seperti dikutip dari fkknews.com.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, situasi di Polres Alor sempat memanas sebelum akhirnya dilakukan mediasi oleh sejumlah pihak, termasuk seorang mantan ajudan Bupati. Lomboan menduga laporan tersebut kemudian dicabut setelah dilakukan perundingan.

Sebagai masyarakat Kabupaten Alor, Lomboan menyayangkan peristiwa tersebut karena dinilai mencoreng moralitas dan keteladanan seorang kepala daerah. Ia menyinggung kondisi Bupati Alor yang sebelumnya dikabarkan sakit dan didoakan oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Terbukti Tekan DBD, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dukung Penerapan Wolbachia di Kota Kupang

“Besok hari Minggu orang pergi ke gereja. Kalau perilaku pimpinan seperti ini, apa yang mau dicontohkan? Informasi yang beredar selama ini masyarakat mendoakan Bupati karena sakit, tapi kalau benar kejadian ini, tentu sangat disesalkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lomboan juga menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang anak muda yang mengantarkan Bupati ke rumah perempuan tersebut. Ia menilai peristiwa ini sangat memalukan dan dapat berdampak buruk terhadap citra pemerintahan daerah.

“Ini kepala daerah, bukan masyarakat biasa. Kalau benar, ini perbuatan tercela. Saya harap DPRD Kabupaten Alor dapat mengawasi dan menindaklanjuti persoalan ini, bahkan bila perlu menggunakan hak angket,” tegasnya.

Awak media juga mendatangi Polres Alor pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pihak terlihat berada di dalam ruangan untuk memberikan keterangan.

Sementara itu, informasi yang dihimpun di Polres Alor menyebutkan bahwa para pihak yang terlibat telah dilakukan mediasi dan permasalahan tersebut dinyatakan selesai secara damai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bupati Alor terkait dugaan peristiwa tersebut. (*/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS