Menurut Kepala Desa Padak Guar, Tarmizi, masyarakat sangat menyambut baik dukungan PLN. “Terima kasih kepada PLN atas bantuan pemulihan dan pengaktifan kembali ekowisata hutan mangrove Padak Guar. Warga sudah lama menantikan dukungan seperti ini agar lingkungan tetap terjaga dan potensi ekonomi lokal terbuka,” ujarnya.

Bantuan rehabilitasi mangrove di Padak Guar ini adalah tahap pertama dari program yang telah direncanakan PLN UIP Nusra. Tahap kedua akan dilaksanakan dengan penanaman bersama bibit mangrove yang dijadwalkan pada November 2025.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-14, yaitu menjaga ekosistem laut dan pesisir. Ia menambahkan bahwa PLN memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap lingkungan sekitar area pembangkit, termasuk PLTU Lombok FTP-2 Sambelia.

Rizki berharap penanaman bibit mangrove ini tidak hanya menjaga kawasan pesisir Desa Padak Guar, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan wisata mangrove sebagai sumber penghidupan alternatif masyarakat sekitar. “Harapannya kawasan mangrove Desa Padak Guar kembali menjadi destinasi ekowisata yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya. (Humas PLN)