Akad massal ini mencetak rekor sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia, dengan total 26.000 unit rumah yang diakadkan secara serentak.

Dari jumlah tersebut, 200 MBR mengikuti prosesi secara luring di lokasi utama bersama Presiden, sementara 24.800 MBR lainnya mengikuti secara daring dari 90 titik lokasi perumahan di sedikitnya 30 provinsi.

Kepala Divisi Supporting Kredit Bank NTT, Jefry Corputy, menjelaskan bahwa Bank NTT menargetkan penyaluran 250 unit rumah KPR FLPP bersubsidi pada tahun 2025.

Hingga akhir September, sudah terealisasi 190 unit (NOA), yang tersebar di seluruh wilayah NTT.

“Kalau bicara portofolio KPR kita saat ini, totalnya mencapai 2.007 rekening dengan nilai realisasi sebesar Rp197 miliar,” ungkap Jefry.