Para peserta balap sepeda sendiri merasa terharu dan bangga karena sepanjang jalan raya mulai Kota Waingapu, Sumba Timur sampai Kota Waibakul, Sumba Tengah, Kota Waikabubak, Sumba Barat hingga finish di alun-alun Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya masyarakat berjejer penuh antusias.

“Kami merasa bangga dan terharu mendapat sambutan luar biasa sepanjang lintasan balap sepeda mulai dari Waingapu sampai Tambolaka, Sumba Barat Daya sejauh kurang lebih 177 kilometer. putusnya, ini luar biasa sambutan masyarakat Sumba buat kami para pembalap. Sambutan hangat ini menambah kami lebih bersemangat mamacu sepeda untuk kencang berlari meraih juara,” ungkap Muhamad Abdurahman, peraih juara III etape 5 sesaat setelah finish di alun-alun Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Senin 15 September 2025.

Menurut Abdurahman, juga senang menyaksikan rumah adat Sumba yang atapnya menjulang tinggi dan beberapa kampung adat yang masih terjaga dengan baik. “Di sini saya bisa melihat langsung rumah Sumba yang atapnya tinggi menjulang dan orang-orangnya duduk di pendopo menyaksikan kami melintas,”katanya.

Etape 5 Sumba punya cerita sendiri karena para pembalap melintasi alam eksotis dengan punggung bukit yang indah dihiasi pada sabana. Lebih menyenangkan saat pembalap melintasi kawasan hutan Taman Nasional Tanandaru di Kabupaten Sumba Tengah.  

Pembalap juga melintasi kawasan perkantoran Waibakul Sumba Tengah sebagai penghargaan kepada pemerintah dan masyarakat di kabupaten yang tidak menjadi titik star dan finish, termasuk melintasi Jalan Weekarou, depan kantor Bupati Sumba Barat. 

Kurang lebih pukul 13.20 Wita, para riders memasuki finish disambut terikan histeris dari para pelajar, masyarakat umum dan ASN yang memadati lapangan Galatama Tambolaka.

Saat itu juga sedang berlangsung tes sound oleh Silet Open Up yang diundang khususu Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam konser penggalangan dana untuk korban bencana alam di Nagekeo. Konser tersebut berlangsung pada malam hari dengan target Rp 100 juta, untuk meringankan beban penderitaan sesama saudara di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo yang tertimpa bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. (*)